Griya Jahit

Trend Fashion IPMI 2012 Acceleration

In Fashion on December 31, 2011 at 17:44

Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) kembali menggelar fashion show bertajuk Acceleration. Ini merupakan acara tahunan IPMI dan sekaligus mengintip tren fesyen 2012.

Sederet perancang menampilkan kreasinya dalam fashion show selama dua hari. Tri Handoko menghadirkan koleksi bertajuk Big Bang. Lewat kreasinya dia mengangkat kekuatan harapan dan optimisme di tengah maraknya kekacauan, ketakutan dan tekanan di seluruh

Valentino Napitupulu memilih siluet ringan dan bebas menyajikan sisi feminin wanita, dengan tema The Touch of Art. Koleksi Valentino juga menyajikan busana pria. Garis rancangan klasik dan formal, hadir dengan sentuhan modern. Sedangkan motif yang dieksplor paisley, bunga dan dedaunan.dunia. Koleksinya terlihat kreasi segar, dengan paduan ragam warna dan motif.

Adesagi Kierana menerjemahkan keinginan wanita yang selalu menjadi pusat perhatian dalam koleksi bertajuk Almost Famous. Ia ingin menambah kepercayaan diri, garis playful, edgy dengan keindahan asimetris, sehingga memberi acuan tampil dramatis.

Inspirasi Etnik

 

Barli Asmara           Era Soekamto         Tuty Cholid         Tri Handoko         Barli Asmara

(Fotot-foto: IFT/STANLIE & DINUL MUBAROK)

Pada peragaan lain, Era Soekamto dan Tuty Cholid menyajikan unsur etnik dalam rancangannya. Mengambil tema Swargaloka, Era menerjemahkan kecantikan wanita Indonesia, dalam keberagaman budaya memiliki hasrat untuk menemukan surge dalam dirinya. Perpaduan antara budaya Bugis dan Jawa, hadir dengan teknik lilit khas kedua kerajaan.

Untuk koleksi ini, Era mendapat dukungan dari pemerintah daerah Sulawesi Selatan, kain tenun khas daerah tersebut, dengan kain ATBM dan sifon. Ia menyajikan koleksi modern dan dinamis, sebagai penggambaran dari percepatan kemajuan mode Indonesia.

Inspirasi Tuty Cholid datang karena kagum setelah melihat kecantikan wanita Sulawesi Selatan. Ia menamakan koleksinya menjadi Baine Gammara yang dalam bahasa Makassar berarti wanita cantik. Tuty menampilkan busana tradisional bodo asal suku Bugis dengan variasa warna kuat seperti shocking pink, oranye, bottle green, tosca dan emas. Ia memakai tenun ikat, sungkit dan ATBM. Bagi Tuty karyanya merupakan perayaan kekayaan budaya Indonesia.

Barli Asmara mengangkat teknik macramé seperti ikat dan simpul. Ia mengolah benang pita dalam warna-warna natural. Barli memadukan kecantikan alam, eksotisme serta nilai-nilai tradisional, berpadu menjadi sebuah konsep unik dan orisinal. Melalui teknik dengan tingkat kesulitan cukup tinggi ini, Barli mengangkat tema Natural Bond Beauty.

Ketua Dewa Pembina IPMI Sjamsidar Isa, mengatakan selama 26 tahun lembaganya selalu mengolah inspirasi dan visi menjadi karya setiap tahunnya. Lewat tema Acceleration, ia menjelaskan bahwa tren mode tahun depan adalah percepatan menuju sebuah masa depan penuh optimisme. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: